-- -- ==
Layanan konsultasi gratis, tanya jawab seputar khat, kritik dan saran, silahkan sampaikan di HALAMAN INI. Insya Allah akan kami jawab dan kami tampikan di website ini.

GAMBAR






































Oleh: Iman Saiful Mu'minin
  


Pernah terjadi suatu perdebatan berat dalam Muktamar NU di Asrama Haji Donohudan Jawa Timur. Perdebatan tersebut berlangsung dalam ruangan khusus Bahsul Masail, suatu tradisi ilmiah yang membahas persoalan-persoalan keagamaan yang digadang oleh para utusan ulama, kiai ataupun santri dari masing-masing pesantren seluruh Indonesia secara temporer. Dalam Bahsul
Masail kali ini perdebatan menyoal kajian hermeneutika, apakah bisa dimasukkan ke dalam materi kurikulum pesantren ataupun sebatas wacana yang diharapkan dapat membuka wawasan tambahan bagi santri dalam bidang ulumul Quran.
Seorang santri Pesantern Lirboyo bernama Muhib Aman Ali mempertanyakan kajian hermeneutika kepada pimpinan sidang yang di ketuai Dr. Said Aqil dan Dr. Machasin, dosen sastra Arab UIN Yogyakarta. Apakah layak kajian hermeneutika dimasukkan ke dalam kurikulum pesantren, padahal "barang impor" itu dianggap sebagai produk pemikiran para pakar Filsafat Barat, dan pantaskah pula hermeneutika ini dapat menggantikan metode tafsir tradisional yang sudah mapan dan menjadi standar baku dalam mengkaji al-Quran secara komprehensif? Tentu dalam kajian hermeneutika sendiri, sebagian peserta Muktamar NU tersebut tidak memahami betul apa itu hermeneutika.
Istilah dan Sejarah Kelahiran Hermeneutika
Sebelum jauh membahas tentang hermeneutika, ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu apa itu hermeneutika. Secara etimologi, istilah hermeneutika berasal dari bahasa Yunani kuno: ta hermeneutika, yang berarti hal-hal yang berkenaan dengan pemahaman dan penerjemahan suatu pesan. Kata hermeneutika juga satu derivasi dengan kata "Hermes'. Konon dalam tradisi kitab suci, Hermes dianggap sebagai juru tafsir Tuhan. Sosok Hermes ini oleh Sayyed Hossen Nasr diasosiasikan sebagai Nabi Idris. Maka pengertian hermeneutika adalah suatu ilmu, metode, dan teknik memahami suatu pesan atau teks.
Adalah Friedrich Schleiermacher, seorang teolog Protestan, yang pertama kali memperluas wilayah hermeneutika dari sebatas teknik interpretasi kitab suci menjadi hermeneutika umum yang mengkaji prasyarat atau kondisi-kondisi apa saja yang memungkinkan terwujudnya suatu pemahaman atau penafsiran yang betul dari sebuah teks. Bagi dia, semua teks harus diperlakukan sama, tidak ada yang perlu diistimewakan, tak peduli apakah itu kitab suci atau teks hasil karangan manusia biasa.

Tutorial dan foto kaligrafi GRATIS. Anda akan mendapatkan kiriman email berisi tutorial dan foto kaligrafi setiap kami posting artikel baru di blog ini. Caranya : masukan email anda di kotak ini, lalu klik Subscribe. Bukalah email anda dan temukan link yang harus anda link untuk verifikasi

0 Response to "GAMBAR"

Posting Komentar