-- -- ==
Layanan konsultasi gratis, tanya jawab seputar khat, kritik dan saran, silahkan sampaikan di HALAMAN INI. Insya Allah akan kami jawab dan kami tampikan di website ini.

Bom Bali, KONSPIRASI KAH???

Ledakan Bom Bali I

Sabtu, 12 Oktober 2002, sekitar pukul 23.30 sebuah ledakan hebat terjadi di Jl Legian, Kuta, Bali.Ledakan itu menurut beberapa saksi mata menimbulkan awan panas berbentuk jamur (liat foto di atas!!). Suara ledakannya sangat keras hingga menjangkau jarak 20 km. Sebanyak 47 bangunan hancur, beberapa mobil terlempar hingga ketinggian 6 meter. Sebanyak 202 orang tewas, dan lebih dari 300 orang terluka. Ledakan itu telah mengangkat 2 ton tanah dan aspal persis di depan diskotik Sari-Club dan melemparkannya ke segala arah hingga menghancurkan apa saja yang ada di sekitarnya. Bom ini mempunyai kekuatan setara dengan 4 ton HE (High Explosive) TNT.

Penyelidikan terhadap bom itu pun dilakukan. Polisi diterjunkan. Residu bahan bom yang masih tersisa diperiksa. Kurang dari seminggu pascaledakan, polisi melansir bahwa bom itu berbahan jenis C-4. “Dari hasil kajian bersama dengan tim FBI, kami bisa mengatakan material yang digunakan adalah C-4,'' kata Irjen Pol Saleh Saaf, yang saat itu menjabat sebagai Kabahumas Mabes Polri. Keterangan ini diperkuat oleh pernyataan Kepala BIN AM Hendropriyono.
Kesimpulan itu hanya bertahan se-bentar. Setelah ada tim investigasi gabungan yang melibatkan polisi Amerika Serikat, Australia, dan Inggris, bahan bom itu kemudian diubah-ubah. C-4 kemudian diko-reksi menjadi TNT dan RDX. Namun setelah para pelaku bom Bali tertangkap, bom itu dikatakan sebagai potassium klorat dan ammonium sulfat alias bom karbit hasil rakitan Amrozi dkk.

Hasil investigasi MUI yang melibatkan almarhum mantan Kabakin ZA Maulani menemukan bahan peledak C4 dan RDX. C4 dan RDX adalah bahan peledak yang hanya dimiliki oleh beberapa negara maju saja, dan keberadaannya dijaga ketat. Militer Indonesia sendiri tidak punya bahan jenis ini. Kepala Staf Angkatan Darat saat itu Jenderal TNI Rya-mizard Ryacudu pun yakin bahwa bom itu bukan produk dalam negeri. “Itu pasti produk luar negeri,'' katanya saat itu. Bahkan TNI telah mengadakan uji terhadap bahan peledak TNT. Hasilnya ledakannya kecil dan tak sampai membakar bensin yang diletakkan di de-katnya.

Pengakuan para saksi yang melihat kejadian dan selamat dari maut serta fakta di lapangan menunjukkan bahwa ledakan itu adalah high explosive dan bukan berasal dari ledakan bom konvensional. Ada kawah yang terbentuk menunjukkan bahwa senjata itu diledakkan di bawah permukaan, sedangkan kedalaman dikombinasikan dengan diameter kawah menunjukkan letak bom semula. Para pakar menduga diameter bom tidak lebih dari 12 inci (30,48 cm). Menurut Maulani, kerusakan di Kuta itu paling tidak mem-butuhkan 4 ton HE (high explosive) TNT.Pertanyaannya, bagaimana cara memper-kecil ukuran bom low-specific gravity HE yang volumenya sebesar meja kerja dengan bobot 4.000 kg menjadi sebuah bom berbentuk pipa berdiameter hanya 12 inci dan ditanam sedalam 5 kaki (1,5 meter) di bawah tanah. Ia menyimpulkan senjata itu adalah lain dari pada yang lain dan itu hanya satu di dunia namanya Special Atomic Demolition Munition (SADM) atau disebut juga mikro nuklir.
Investigator independen Australia Joe Vialls pun yakin bahwa yang meledak di Bali saat itu adalah mikro nuklir. “Bom yang sebenarnya lebih hebat dari C-4 dan tak mungkin dibuat oleh orang amatiran. Hanya kalangan profesional dari negara tertentu saja yang bisa membuatnya,” kata Joe dalam situsnya. Sementara itu, ahli dan praktisi eksplosif Inggris, Mark Ribband, kepada AFP beberapa hari setelah kejadian mengatakan bahwa produsen utama bahan itu adalah Amerika Serikat dan Israel. Bahan itu relatif gampang dibawa dan diselundupkan tapi sangat sulit diperoleh. Ia pun menyimpulkan ledakan di Bali itu luar biasa. “Kalau benar itu C-4, tentu itu C-4 yang amat powerfull,'' kata Ribband.

Di tengah pencarian para tersangka dan penelitian bahan bom, seorang warga Bali yang menjadi saksi korban Kadek Alit Margarini (23) tiba-tiba pada hari keenam 'diminta' Australia untuk dirawat di negeri Kanguru tersebut. Memang 40 persen tubuhnya terkena luka bakar. Tapi sebenarnya Kadek dalam kondisi tidak kritis saat dirawat di RS Sanglah, Denpasar. Bahkan ia masih bisa bercerita tentang tempat kerjanya di Paddy's Bar. Ia mengaku melihat seseorang meletakkan bungkusan di bar tersebut.
Dalam perjalanan menuju Perth Aus-tralia dengan menggunakan air ambulance, menurut pihak Australia, kondisi kesehatan Kadek menurun. Akhirnya ia diturunkan di Darwin. Di rumah sakit itulah, tepat 7 hari pasca ledakan, perempuan itu meninggal. Tanpa seizin keluarga korban, jenazah Kadek dikremasi. Padahal ayah dan paman korban, Made Mandra dan Nyoman Putra, pun keberatan jenazah tersebut dikremasi.

Ahli forensik yang ikut menangani korban bom Bali Agus Purwadianto menilai janggal pengkremasian itu. Menurutnya boleh saja dikremasi, tapi harus terlebih dahulu diotopsi untuk mengetahui kematian korban dan kepentingan hukum. “Kalau korban langsung dikremasi, maka akan muncul pertanyaan, apakah ada yang disembunyikan?” katanya. Konon ada kesaksian dari beberapa ahli forensik Australia bahwa mereka melihat tanda-tanda yang luar biasa dari korban bom Bali. Ada pula pengakuan mereka bahwa ada tanda-tanda di tubuh sebagian korban menunjukkan karakteristik efek ledakan dari bom non konvensional.

SEKILAS INFO TENTANG SADM MICRO NUCLEAR
Kecil ya gan?

Anatomi dalam SADM

The Special Atomic Demolition Munition (SADM) was a family of man-portable nuclear weapons fielded by the US military in the 1960s, but was never used in actual combat. The US Army planned to use the weapons in Europe in the event of a Soviet invasion. US Army Engineers would use the weapon to irradiate, destroy, and deny key routes of communication through limited terrain such as the Fulda Gap. US Army Special Forces were trained to jump the SADM into Soviet overrun/occupied western Europe and destroy power plants, bridges, and dams.
Sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=2967298

Tutorial dan foto kaligrafi GRATIS. Anda akan mendapatkan kiriman email berisi tutorial dan foto kaligrafi setiap kami posting artikel baru di blog ini. Caranya : masukan email anda di kotak ini, lalu klik Subscribe. Bukalah email anda dan temukan link yang harus anda link untuk verifikasi

0 Response to "Bom Bali, KONSPIRASI KAH???"

Posting Komentar